You need to enable javaScript to run this app.

Rangking

  • Minggu, 11 Juli 2021
  • Liz Rachmah
  • 0 komentar
Rangking

   Hari  ini adalah hari penerimaan Rapor kenaikan kelas. Aku akan naik ke kelas XI jurusan teknik kendaraan ringan. Yaa, jurusan TKR yang kata orang-orang diluaran sana adalah jurusan anak anak urakan karena memang identik dengan modif mobil atau juga motor yang kebut-kebutan, padahal tidak demikian. Akupun kadang masih bingung kenapa aku dulu ketika lulus sekolah menengah pertama harus membuat pilihan bahwa jurusan TKR adalah pilihan kedua. Sedangkan pilihan yang sangat aku idamkan sejak aku kelas VII Sekolah Menengah Pertama adalah jurusan TITL atau teknik instalasi tenaga listrik. Itu karena aku ingin seperti kakakku yang sukses telah menjadi pegawai BUMN di PLN kota tempat tinggal kami. Kakakku semasa SMK nya mengambil jurusan TITL kemudian kditerima diperguruan tinggi negeri kenamaan dengan jurusan kelistrikan juga. Tapi sialnya aku mendapatkan kesempatan dipilihan kedua di jurusan teknik kendaraan ringan yang waktu itu asal-asalan aku pilih saking optimisnya aku bisa diterima di jurusan TITL.

   Seperti semester sebelum-sebelumnya, aku tidak pernah berharap bisa masuk peringkat 10 besar. Aku juga sangat heran kenapa dari aku SD aku tidak pernah mendapatkan peringkat. Yang aku sangat bersyukur orang tuaku juga tidak pernah mempermaslaahkan hal tersebut. Padahal kakakku selalu masuk 5 atau 3 besar.

“Ray... Mama langsung pulang, kamu ikut mama pulang atau tetap disekolah nak” mamaku menyapaku setelah keluar dari kelasku dan mendapatkan map raporku yang berwarna biru. Wajah mama datar, seakan dia acuh tak acuh dengan nilai raporku. Mungkin dia mendapat beberapa pesan dari wali kelas Ibu Monik kalau aku terlalu sering ikut kegiatan sekolah sehingga nilaiku selalu pas-pasan.

“Mama duluan saja, aku mungkin nanti pulangnya sore ma karena aku ada rapat latihan persiapan buat Passus minggu depan. Aku tadi juga sudah bawa bekal makan siang ma”

“oke baiklah ray, kalo gitu mama pulang dulu. Kamu hati-hati ya jangan capek capek. Jangan lupa sholatnya.

   Memang sebuah keberuntungan bagiku karena orang tuaku tidak pernah menuntutku untuk harus mendapatkan rangking dikelas dan mereka selalu mendukung kegiatan apapun yang diikuti anak anaknya disekolah. Selagi kegiatan tersebut bermanfaat dan tidak menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik.

“Mama... kenapa mama tidak pernah memarahi aku karena aku tidak seperti kakak yang selalu mendapat ranking dikelasnya?” Tanyaku suatu malam kepada mama.

“apakah mama wajib untuk marah kepadamu akan hal tersebut ray?” mama kembali bertanya.

“Aku pikir ketika mama menerima raporku, aku akan mendapat ceramah dari mama karena sekalipun, aku tidak pernah mendapat rangking”

“Mama sangat bersyukur karena anak mama yang kedua sangat memperhatikan mamanya. Dia menceritakan segala kegiatan bersama teman-temannya. Anak-anak mama memiliki karakter yang berbeda dan mama menikmati perbedaaan itu. Walaupun anak mama yang nomer 2 tidak pernah mendapat rangking tapi dia memiliki banyak prestasi. Walaupun tidak menjadi ketua dia pernah menjadi wakil ketua OSIS ketika SMP, Menjadi ketua di grup Passus SMP, mengikuti Ju Jitsu, mengikuti Volly Ball, futsal, di kampung dia menjadi pengurus karang taruna. Dan kegiatan tersebut masih berlanjut sampai dia masuk SMK. Kalau kegiatannya begitu banyak, lalu kapan dia bisa belajar dengan baik? Mama takut dia sakit kalo mama menuntutnya belajar setiap waktu.”

   Kamipun terbahak-bahak dengan pembicaraan santai kami sambil menghasbiskan camilan buatan mama. Dalam hati aku sangat bersyukur mempunyai orang tua yang demokratis seperti mama dan ayah. Iya Ayah juga sangat mendukung segala kegiatanku. Bahkan ketika SMP ayah yang setia mengantarkan aku mengikuti kegiatan. Ketika masuk SMK aku dibelikan motor untuk bisa berangkat kemanapun yang aku mau.

  Sekarang aku bukanlah pegawai BUMN di PLN seperti kakakku. Aku tidak bekerja diperusahaan kendaraan seperti jurusan yang aku ambil ketika aku duduk di bangku SMK. Aku melanjutkan kuliahku setelah lulus SMK dengan mengambil jurusan Ilmu komunikasi karena aku merasa bahwa aku sangat suka berbicara. Karena aku senang mengikuti organisasi baik di sekolah maupun di kampung. Aku mencalonkan diri sebagai anggota dewan dan aku memenangkan suara di daerah pilihanku dengan suara yang sangat tinggi. Walaupun hanya dewan tingkat kabupaten setidaknya aku bisa memiliki kehidupan yang cukup. Ini sangat sesuai dengan kemampuan bakat dan minatku. Setidaknya aku bisa memberikan sesuatu kepada orang tuaku meskipun aku tidak pernah memberikan “ranking” selama aku duduk dibangku sekolah.

Hal yang sangat aku syukuri adalah aku memiliki orang tua yang mempercayaiku, begitu juga sebaliknya. Sekalipun aku tidak pernah mendapat ranking mereka tidak pernah memusingkan hal tersebut. Terima kasih mama, terima kasih ayah, terima kasih kakak. Kalian sungguh hadiah yang luar biasa dalam kehidupanku.

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

-->