You need to enable javaScript to run this app.

Coretan Gadisku

Coretan Gadisku

 

 

"aku pamit main ya Bunda?" pintanya.

"Jangan nak, lihatlah diluar sana, kita sekarang tak sebebas dulu sayang, semua serba terbatas". Jawabku.

"mengapa Bun aku tak bisa sekolah, aku tak bisa bermain keluar". Jawabnya.

"karena diluar ada virus yang apabila menyerang kita, kamu dan Bunda, kamu dan Ayah, kamu dan Adik tak lagi bersama". Jawabku kembali.

"Virus itu bernama Corona sayang". tambahku.

"Corona, yang di TV itu ya Bun?". tambahnya.

aku pun mengangguk

selintas gadis kecilku kian termenung sedih. Bagaimana tidak, dia tak lagi bisa bercanda beba dengan teman-temannya. Tak bisa lagi meminta sekedar mencari kesenangan dengan bermain di Time Zone.

Sambil termenung, ia kembali bertanya. Lalu kapan aku boleh sekolah dan bermain Bunda?

Pertanyaan itu makin membuatku tak karuan. Semoga segera ya nak. jawabku.

Sejenak ia berkata, Aku benci Corona Bun, Aku nggak mau ketemu Corona. 

 

Tak lama kemudian ia berlari menutup pintu rumah dan menuju adiknya.

"Dek, mainnya dirumah dek ada virus, nanti nek virusnya kesini, kamu dikurung sendiri lo, pintuya ditutup kakak". tambahnya.

"tutup pintunya kak, jangan dibuka. Aku main sama kakak saja". tipalnya.

 

Melihat yang demikian hati ini makin pilu. Sebagian masa bermain dan bersosialisasi mereka dan mungkin anak diluar sana harus hilang karena pandemi ini.

bukan dua tiga bulan masa ini berlangsung. setahun lebih kita harus berdamai dengan situasi yang tak pasti kapan akan berakhirnya.

coretan ini hanya sebagian kecil dari luapan anak kecil yang bingung kenapa harus bermain, belajar DIRUMAH. 

gadis kecilku ingin kembali merasakan dunianya yang dulu, bercengkrama di sekolah bersama teman-temannya, bergurau dengan teman sekitar tanpa takut ada Corona yang memisahkannya dengan Keluarga. 

Semoga Pandemi ini segera berlalu dan Gadisku bisa kembali pada masa dan dunianya.

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

-->